Fenomena job hugging atau kecenderungan untuk tetap berada di zona aman meskipun ada kesempatan untuk maju, menjadi isu yang penting dalam dunia kerja, terutama di kalangan pekerja muda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi pekerja muda mengenai zona nyaman, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka untuk bertahan, menganalisis motivasi di balik pilihan tersebut, meneliti pengalaman mereka selama terlibat dalam job hugging, serta mengkaji pengaruhnya terhadap kemajuan karier dan efisiensi kerja. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari tiga pekerja muda di sektor manufaktur. Hasil studi menunjukkan bahwa pekerja muda memandang zona aman sebagai situasi yang nyaman, familiar, dan memberikan jaminan baik secara finansial maupun mental. Hasil dari penelitian ini menegaskan bahwa job hugging di kalangan pekerja muda merupakan hasil dari kombinasi tekanan ekonomi, ketidakpastian dalam pasar kerja, serta kebutuhan psikologis untuk merasa aman. Temuan ini juga sejalan dengan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, khususnya pada tingkat kebutuhan akan rasa aman (safety needs), di mana pekerja muda cenderung mempertahankan pekerjaan yang stabil demi memenuhi kebutuhan dasar tersebut sebelum mereka berani mengejar kebutuhan tingkat yang lebih tinggi seperti aktualisasi diri.
Copyrights © 2026