Penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran memberikan kemudahan akses informasi, fleksibilitas waktu, serta memperluas jangkauan sumber belajar bagi peserta didik. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan tantangan serius, khususnya terkait reduksi nilai-nilai budaya lokal. Arus globalisasi yang diperkuat oleh media digital membuat peserta didik lebih mudah terpapar budaya asing yang belum tentu sesuai dengan norma dan nilai budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan di era digital berpotensi mereduksi nilai-nilai budaya serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan identitas budaya peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, memanfaatkan berbagai sumber pustaka yang relevan, termasuk buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta publikasi ilmiah lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menelaah konsep, teori, dan temuan penelitian terdahulu terkait pendidikan digital dan pelestarian budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital tanpa penguatan nilai dan etika dapat menggeser nilai budaya seperti gotong royong, sopan santun, kebersamaan, dan rasa hormat terhadap sesama. Pendidikan digital cenderung menekankan keterampilan teknis dan pencapaian kognitif, sementara pembentukan karakter dan internalisasi budaya kurang diperhatikan. Selain itu, berkurangnya interaksi sosial langsung akibat penggunaan gawai yang berlebihan turut menghambat proses pewarisan nilai budaya. TIK juga berpotensi menjadi sarana pelestarian budaya lokal melalui dokumentasi, digitalisasi, dan penyebaran konten budaya secara kreatif. Peran aktif pendidik, keluarga, dan pemerintah diperlukan agar teknologi dapat mendukung pendidikan tanpa mengorbankan nilainilai budaya dan identitas bangsa.
Copyrights © 2026