Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan miskonsepsi siswa kelas VII pada materi bilangan bulat menggunakan three-tier diagnostic test. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 29 siswa sebagai subjek. Instrumen penelitian berupa three-tier diagnostic test yang dianalisis melalui klasifikasi respon siswa berdasarkan ketepatan jawaban, alasan, dan tingkat keyakinan jawaban siswa. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 37,13% siswa mengalami miskonsepsi pada materi bilangan bulat. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada indikator penyelesaian masalah kontekstual yang melibatkan operasi bilangan bulat (96,6%), diikuti oleh operasi hitung campuran (89,7%) dan pengurutan bilangan bulat (65,5%). Miskonsepsi yang teridentifikasi meliputi kesalahan dalam membandingkan bilangan bulat negatif, kekeliruan dalam menentukan urutan operasi hitung campuran, serta kesalahan dalam menginterpretasikan soal cerita, khususnya pada operasi pengurangan yang melibatkan bilangan negatif. Temuan ini menegaskan bahwa miskonsepsi siswa tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga berkaitan dengan pemahaman konseptual dan kemampuan menerapkan konsep dalam konteks nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengungkap pola miskonsepsi siswa secara lebih komprehensif menggunakan three-tier diagnostic test.
Copyrights © 2026