Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan multikultural, dinamika dan penyebab konflik berbasis SARA di Indonesia, serta peran pendidikan multikultural dalam mengatasi konflik tersebut. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, yang di satu sisi menjadi kekayaan bangsa, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan konflik sosial apabila tidak dikelola dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik berbasis SARA dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perbedaan budaya, ketimpangan sosial ekonomi, politisasi identitas, serta penyebaran hoaks di era digital. Pendidikan multikultural berperan penting dalam menanamkan nilai toleransi, mengurangi prasangka dan diskriminasi, serta membangun keterampilan penyelesaian konflik secara damai. Dengan demikian, pendidikan multikultural menjadi salah satu solusi strategis dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan di tengah keberagaman.
Copyrights © 2026