Mutu lembaga pendidikan Islam merupakan isu strategis yang memerlukan landasan normatif yang kokoh, bukan sekadar pendekatan manajerial teknis semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tafsir ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi SAW yang relevan dengan manajemen mutu pendidikan serta menganalisis relevansinya dengan konsep manajemen mutu modern. Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir mawdhu'i), di mana ayat-ayat dan hadits dikumpulkan berdasarkan tema manajemen mutu kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memuat prinsip-prinsip manajemen mutu yang komprehensif: QS. Al-Qashash: 77 menegaskan prinsip ihsan sebagai standar mutu tertinggi; QS. Al-Hasyr: 18 mengandung konsep perencanaan mutu (quality planning); QS. Al-Kahfi: 110 mendorong proses kerja yang berkualitas; QS. An-Najm: 39 menjadi fondasi penjaminan mutu (quality assurance); QS. Al-Mulk: 3-4 mengajarkan konsep zero defect; dan QS. As-Syu'ara: 181-183 menegaskan prinsip fokus pada pelanggan. Hadits itqan, ihsan, dan atsar Umar ibn al-Khattab memperkuat nilai-nilai tersebut secara praktikal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam telah meletakkan fondasi teologis yang sangat kuat dan komprehensif bagi manajemen mutu pendidikan, jauh sebelum konsep TQM modern dirumuskan oleh para ahli Barat.
Copyrights © 2026