Bahasa Melayu memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara dan dunia. Sebagai lingua franca, bahasa ini digunakan dalam dakwah, pendidikan, dan diplomasi sejak era Kesultanan Islam. Tulisan Jawi turut memperkuat bahasa Melayu sebagai sarana keislaman dengan banyaknya kitab keagamaan yang ditulis dalam aksara ini. Namun, kolonialisme membawa tantangan besar dengan upaya menggantikan bahasa Melayu oleh bahasa Eropa serta transisi tulisan Jawi ke Latin. Di era kontemporer, digitalisasi dan media sosial menjadi alat baru dalam mempertahankan bahasa Melayu sebagai bahasa dakwah. Meskipun menghadapi dominasi bahasa asing, bahasa Melayu tetap relevan dalam dunia akademik dan keislaman. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian, seperti penguatan pendidikan Islam berbasis bahasa Melayu dan digitalisasi naskah keagamaan agar bahasa ini tetap berperan dalam penyebaran Islam di masa depan.
Copyrights © 2026