Kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah, terutama pada materi yang bersifat abstrak seperti pecahan senilai. Kondisi ini dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif Physics Education Technology (PhET) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran matematika materi pecahan senilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 55 peserta didik kelas V yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,497 dan kelas kontrol sebesar 0,452 yang keduanya termasuk dalam kategori sedang. Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif PhET belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Meskipun demikian, media PhET berpotensi mendukung pembelajaran matematika yang lebih interaktif, membantu visualisasi konsep-konsep abstrak, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran.
Copyrights © 2026