Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas mendengarkan murottal Al-Qur'an dan teknik relaksasi pernapasan dalam dalam mengurangi stres akademik pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan true experimental posttest-only control design. Sebanyak dua belas mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok murottal, kelompok pernapasan dalam, dan kelompok kontrol, dengan teknik pembagian acak. Intervensi diberikan dalam durasi singkat, yaitu lima menit untuk murottal dan empat menit untuk pernapasan dalam. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan skala stres belajar sebelum dan sesudah intervensi. Teknik analisis data melibatkan uji statistik normalitas, homogenitas, analisis varian satu arah, dan uji perbandingan lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam penurunan tingkat stres antara ketiga kelompok. Meskipun demikian, refleksi penelitian ini menunjukkan bahwa praktik mendengarkan murottal dan teknik pernapasan dalam dapat lebih efektif jika dilakukan dengan fokus penuh dan perhatian sadar. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan pada durasi intervensi, jumlah partisipan, dan kondisi lingkungan untuk penelitian selanjutnya agar dapat memperoleh hasil yang lebih optimal.
Copyrights © 2026