Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan imaji bulan dalam puisi karya Li Bai (李白), penyair terkenal dari Tiongkok, serta dalam puisi karya penyair-penyair Indonesia seperti Hanna Fransisca, Tan Lioe Ie, Chairil Anwar, dan lainnya, dengan fokus pada perbandingan penggunaan imaji bulan. Bulan sering dijadikan objek dalam sastra karena maknanya yang kaya, melambangkan kesendirian, perenungan, keindahan, serta hubungan manusia dengan alam semesta. Dalam puisi Li Bai, imaji bulan menggambarkan perasaan personal, kesendirian, dan refleksi terhadap kehidupan. Demikian pula dalam puisi Indonesia, bulan kerap kali muncul sebagai simbol romantisme, kesedihan, atau simbol kebudayaan yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode komparatif untuk menggali tema-tema dan makna imaji bulan dalam puisi-puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tema puisi memiliki persamaan dan perbedaan dalam menyajikan makna imaji bulan. Selain itu juga, bulan memiliki berbagai citra tertentu. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai puisi Tiongkok dan Indonesia dalam menyajikan imaji bulan dalam puisi serta memperkaya pemahaman lintas budaya terhadap simbol dalam sastra.
Copyrights © 2026