Abstrak: Di Sekolah Alam kegiatan pertunjukan seni rutin dilaksanakan sebagai bagian dari praktik pembelajaran siswa. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala, yaitu keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran tari dan manajemen seni pertunjukan sehingga kegiatan belum berjalan optimal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran tari yang kreatif serta mengelola pertunjukan seni secara sistematis. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, workshop, simulasi praktik, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Program ini mencakup pelatihan teknik dasar tari, pengembangan koreografi sederhana, serta manajemen seni pertunjukan. Kegiatan PKM ini melibatkan 20 orang guru sebagai peserta aktif. Tahap evaluasi dilakukan secara komprehensif untuk mengukur keberhasilan program, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kepuasan peserta. Evaluasi kuantitatif dilakukan melalui pre-test dan post-test. Pre-test. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru di Sekolah Alam Mahira Bengkulu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 55% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam pembelajaran tari dan manajemen seni pertunjukan.Abstract: At Sekolah Alam, regular performing arts activities are held as part of the students’ learning process. However, challenges remain in their implementation, namely the teachers’ limited competencies in dance instruction and performing arts management, which have prevented these activities from running optimally. The objective of this community service program is to enhance teachers’ ability to design creative dance lessons and manage performing arts activities systematically. The program was implemented through lectures, workshops, practical simulations, and focused group discussions (FGDs). It covered training in basic dance techniques, the development of simple choreography, and performing arts management. This Community Service Program (PKM) involved 20 teachers as active participants. A comprehensive evaluation was conducted to measure the program’s success, covering knowledge, skills, and participant satisfaction. Quantitative evaluation was conducted via pre-tests and post-tests. Pre-test. The results indicate that the training had a positive impact on enhancing teachers’ competencies at Sekolah Alam Mahira Bengkulu. The evaluation utilized pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in understanding, with the average score increasing from 55% on the pre-test to 85% on the post-test. This indicates that the training successfully enhanced teachers’ knowledge and skills in dance instruction and performing arts management.
Copyrights © 2026