Pamela Mikaresti
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Terbuka Tangerang Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBELAJARAN TARI DAN MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN Pamela Mikaresti; Anton Robiansyah; Herry Novrianda; Ana Nurmalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39510

Abstract

Abstrak: Di Sekolah Alam kegiatan pertunjukan seni rutin dilaksanakan sebagai bagian dari praktik pembelajaran siswa. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala, yaitu keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran tari dan manajemen seni pertunjukan sehingga kegiatan belum berjalan optimal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran tari yang kreatif serta mengelola pertunjukan seni secara sistematis. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, workshop, simulasi praktik, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Program ini mencakup pelatihan teknik dasar tari, pengembangan koreografi sederhana, serta manajemen seni pertunjukan. Kegiatan PKM ini melibatkan 20 orang guru sebagai peserta aktif. Tahap evaluasi dilakukan secara komprehensif untuk mengukur keberhasilan program, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kepuasan peserta. Evaluasi kuantitatif dilakukan melalui pre-test dan post-test. Pre-test. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru di Sekolah Alam Mahira Bengkulu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 55% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam pembelajaran tari dan manajemen seni pertunjukan.Abstract: At Sekolah Alam, regular performing arts activities are held as part of the students’ learning process. However, challenges remain in their implementation, namely the teachers’ limited competencies in dance instruction and performing arts management, which have prevented these activities from running optimally. The objective of this community service program is to enhance teachers’ ability to design creative dance lessons and manage performing arts activities systematically. The program was implemented through lectures, workshops, practical simulations, and focused group discussions (FGDs). It covered training in basic dance techniques, the development of simple choreography, and performing arts management. This Community Service Program (PKM) involved 20 teachers as active participants. A comprehensive evaluation was conducted to measure the program’s success, covering knowledge, skills, and participant satisfaction. Quantitative evaluation was conducted via pre-tests and post-tests. Pre-test. The results indicate that the training had a positive impact on enhancing teachers’ competencies at Sekolah Alam Mahira Bengkulu. The evaluation utilized pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in understanding, with the average score increasing from 55% on the pre-test to 85% on the post-test. This indicates that the training successfully enhanced teachers’ knowledge and skills in dance instruction and performing arts management.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SENI DAN MANAJERIAL GURU PAUD/TK UNTUK PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN IMAJINASI ANAK USIA DINI Pamela Mikaresti; Herry Novrianda; Ana Nurmalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25265

Abstract

Abstrak: Fokus utama pendidikan anak usia dini, terutama di TK dan PAUD, adalah pengembangan kreativitas dan imajinasi. Guru memainkan peran kunci dalam merangsang perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tim Universitas Terbuka bersama HIMPAUDI merespons kebutuhan guru dengan menyelenggarakan edukasi mengenai stimulasi perkembangan motorik anak melalui karya tari sederhana. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru dan manajemen pertunjukan, diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pendidikan . Metode penyampaian materi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif dengan pemberian materi dan pelaksanaan praktik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TK Patria Dharma Bengkulu, diikuti oleh 60 Guru yang tergabung dalam HIMPAUDI. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan ilmu tentang tata rias pertunjukan, manajemen pembelajaran, dan penggunaan permainan edukatif. Dari 50 peserta guru TK, 40 orang atau 80% berhasil melakukan tata rias seni pertunjukan dengan baik, yang berarti mereka telah berhasil meningkatkan keterampilan mereka secara signifikan. Dalam aspek manajerial, terdapat peningkatan kemampuan sebesar 83% berdasarkan hasil pretest dan posttest. Selain itu, semua guru (100%) tertarik untuk mengajarkan permainan ular tangga yang dimodifikasi dengan produk pertanian kepada siswa, mengindikasikan minat yang tinggi terhadap metode pembelajaran interaktif ini.Abstract: The main focus of early childhood education, especially in kindergartens and early childhood education centers (PAUD), is the development of creativity and imagination. Teachers play a key role in stimulating cognitive, affective, and psychomotor development. The Open University team, together with HIMPAUDI, responds to the needs of teachers by organizing education on stimulating children's motor development through simple dance movements. This training aims to enhance teachers' skills and performance management, with the expectation of making a positive contribution to the quality of education. The delivery method involves a participatory learning approach with both theoretical instruction and practical implementation. This community engagement activity took place at TK Patria Dharma Bengkulu and involved 60 teachers affiliated with HIMPAUDI. Throughout the program, participants learned about stage makeup, lesson management, and the use of educational games. Positive feedback from teachers indicates that the training successfully improved their skills in managing art performances within schools. Consequently, this program is expected to significantly contribute to enhancing the quality of early childhood education by developing children's creativity, imagination, and motor skills.