Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat di, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pemilahan sampah serta pengelolaan sampah rumah tangga. Sebelum kegiatan, sebagian besar warga tidak memahami cara memilah sampah, terutama membedakan sampah organik dan anorganik. Masalah utama yang dihadapi adalah kesulitan dalam membuang sampah dan rendahnya pengetahuan tentang pemilahan sampah serta daur ulang. Pelatihan yang dilaksanakan mencakup sosialisasi, praktik pembuatan eco-enzyme dan kompos dari sampah organik, serta kerajinan tangan dari sampah anorganik.Pengabdian dilaksanakan dengan melakukan survei ke Desa dan membuat kesepakatan dengan mitra tetang pelaksanaan pengabdian. Mitra yang diundang berasal dari Perumahan Mountion View Residence Kudus. Peserta yang hadir para ibu rumah tangga serta perwakilan dari bapak-bapak. Selain itu peserta yang hadir berasal dari tukang sampah, tukang pemilah sampah, dan petugas TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Jumlah peserta yang hadir sebanyak 25 orang yang didominasi oleh ibu rumah tangga (IRT). Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam sikap masyarakat, di mana kesadaran tentang pentingnya pemilahan sampah meningkat dari 85,22% menjadi 93,18%, serta peningkatan keyakinan bahwa lingkungan akan lebih bersih dengan pemilahan sampah. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk wirausaha berbasis sampah, seperti pembuatan produk kerajinan dari sampah anorganik. Program ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lebih lanjut dan kolaborasi dengan pemerintah untuk memperluas dampaknya.Abstract: Community service in, aims to increase community awareness and skills in waste sorting and household waste management. Before the activity, most residents did not understand how to sort waste, especially distinguishing organic and inorganic waste. The main problem faced was the difficulty in disposing of waste and low knowledge about waste sorting and recycling. The training carried out included socialization, practice of making eco-enzymes and compost from organic waste, as well as handicrafts from inorganic waste. The service was carried out by conducting a survey to the Village and making an agreement with partners regarding the implementation of the service. The invited partners came from Mountion View Residence Kudus Housing. The participants who attended were housewives and representatives from men. In addition, participants who attended were garbage collectors, waste sorters, and TPS (Temporary Disposal Site) officers. The number of participants who attended was 25 people, dominated by housewives (IRT). The results showed a significant increase in community attitudes, where awareness of the importance of waste sorting increased from 85.22% to 93.18%, as well as an increase in confidence that the environment would be cleaner with waste sorting. The success of this program has opened up opportunities for waste-based entrepreneurship, such as creating craft products from inorganic waste. This program can be continued with further training and collaboration with the government to expand its impact.
Copyrights © 2026