Fenomena kopi keliling atau penjual kopi keliling menjadi salah satu bentuk usaha mikro yang tumbuh pesat di wilayah urban seperti Kota Depok. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat—khususnya Generasi Z—terhadap produk kopi mengalami peningkatan, seiring dengan berkembangnya budaya minum kopi sebagai bagian dari gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan promosi terhadap keputusan pembelian kopi lokal serta memahami perilaku konsumsi kopi keliling di kalangan Gen Z. Metode yang digunakan adalah campuran, dengan survei deskriptif sederhana dan wawancara mendalam terhadap 6 konsumen, 2 penjual, dan 1 pengamat budaya urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen muda (19–21 tahun) memilih kopi keliling karena harga murah, rasa cukup enak, lokasi mudah dijangkau, serta suasana akrab yang sering mereka abadikan di media sosial. Dari sisi penjual, meski menghadapi tantangan cuaca dan persaingan kafe modern, mereka tetap bertahan dengan pelanggan tetap, promosi mulut ke mulut, serta adaptasi lewat QRIS dan media sosial. Sementara itu, pengamat budaya menilai kopi keliling merepresentasikan identitas urban Gen Z yang otentik, sederhana, dan stylish, dengan media sosial sebagai penguat tren konsumsi.
Copyrights © 2026