Johan Trihantoro
STIE Unisadhuguna, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perilaku Konsumen Kopi Keliling Sebagai Tren Gaya Hidup Gen Z di Kota Depok dari Perspektif Ekonomi Mikro Fransiscus Asisi Bimo Wicaksono; Erwin Rasyid; AB. Christono; Johan Trihantoro; Nucky Prasastia; Hermansyah Hermansyah
Journal of Economics and Business UBS Vol. 15 No. 3 (2026): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/0a5b4e17

Abstract

Fenomena kopi keliling atau penjual kopi keliling menjadi salah satu bentuk usaha mikro yang tumbuh pesat di wilayah urban seperti Kota Depok. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat—khususnya Generasi Z—terhadap produk kopi mengalami peningkatan, seiring dengan berkembangnya budaya minum kopi sebagai bagian dari gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan promosi terhadap keputusan pembelian kopi lokal serta memahami perilaku konsumsi kopi keliling di kalangan Gen Z. Metode yang digunakan adalah campuran, dengan survei deskriptif sederhana dan wawancara mendalam terhadap 6 konsumen, 2 penjual, dan 1 pengamat budaya urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen muda (19–21 tahun) memilih kopi keliling karena harga murah, rasa cukup enak, lokasi mudah dijangkau, serta suasana akrab yang sering mereka abadikan di media sosial. Dari sisi penjual, meski menghadapi tantangan cuaca dan persaingan kafe modern, mereka tetap bertahan dengan pelanggan tetap, promosi mulut ke mulut, serta adaptasi lewat QRIS dan media sosial. Sementara itu, pengamat budaya menilai kopi keliling merepresentasikan identitas urban Gen Z yang otentik, sederhana, dan stylish, dengan media sosial sebagai penguat tren konsumsi.
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Berbasis Risiko Menggunakan Metode Rgec (Risk Profile, Gcg, Earnings, Dan Capital) Jahns Janvier Yesyurun; Johan Trihantoro; Pramono Margono; Denny Suriandhi
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 6 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/2mpa9v22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2023 menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) sebagai pendekatan penilaian kesehatan bank berbasis risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan tata kelola perusahaan yang dipublikasikan secara resmi oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Objek penelitian adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang berlokasi di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36–38, Jakarta, dengan variabel penelitian mencakup seluruh faktor dalam kerangka Risk-Based Bank Rating (RBBR), yaitu Risk Profile, Good Corporate Governance (GCG), Earnings, dan Capital. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung dan mengevaluasi rasio-rasio keuangan utama serta membandingkannya dengan kriteria penilaian tingkat kesehatan bank sesuai ketentuan regulator perbankan di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara komprehensif tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tahun 2023 berada dalam kategori sangat sehat. Dari aspek Capital, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan tingkat permodalan yang kuat dan berada jauh di atas ketentuan minimum Bank Indonesia, mencerminkan kemampuan bank dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa Bank Mandiri memiliki fondasi keuangan yang solid, tata kelola yang baik, serta kinerja keuangan yang stabil dalam menghadapi dinamika industri perbankan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam kajian manajemen keuangan perbankan serta menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, dan regulator dalam menilai tingkat kesehatan bank menggunakan pendekatan RGEC.