Industri pariwisata menghadapi tekanan ganda pasca-pandemi, yaitu keharusan memulihkan kinerja ekonomi sekaligus memenuhi standar keberlanjutan lingkungan (Environmental, Social, and Governance - ESG). PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadapi tantangan dalam mengelola lonjakan pengunjung yang berpotensi meningkatkan jejak karbon dan inefisiensi operasional jika tetap menggunakan sistem manajemen konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transformasi digital sistem informasi yang mencakup online ticketing website ancol.com, ancol mobile apps (android dan IOS), self-services kiosk, point of sales (untuk kasir dan petugas pintu gerbang), online travel agent (OTA), third-party apps (customer engagement, customer relations management, social media analytics, dll sebagai solusi strategis dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data sekunder dari Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan Ancol periode 2022-2024. Fokus analisis mencakup korelasi antara implementasi digitalisasi (sistem e-ticketing, aplikasi pengunjung, dan pemantauan utilitas) dengan indikator efisiensi material, intensitas energi, dan pertumbuhan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital berkontribusi signifikan terhadap efisiensi sumber daya. Peralihan ke ekosistem digital penuh berbasis pengalaman pengguna (website, mobile apps, self-service kiosk) dan pelayanan oleh tim ancol (sistem POS) pada akhirnya berhasil menurunkan penggunaan material kertas (paperless) secara signifikan di pintu gerbang utama. Secara operasional, sistem informasi mendukung pemantauan energi yang presisi, menghasilkan rasio intensitas energi yang tetap efisien meskipun jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dari tahun 2022-2024. Dari aspek ekonomi, digitalisasi memperluas kanal pendapatan dan mempercepat pemulihan finansial perusahaan. Disimpulkan bahwa integrasi teknologi informasi bukan hanya alat pendukung operasional, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026