Pengangguran merupakan permasalahan sosial dan ekonomi yang masih menjadi tantangan utama di daerah, termasuk Kota Banjar, yang ditandai dengan adanya ketidaksesuaian antara ketersediaan tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Tenaga Kerja dalam mengurangi pengangguran serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar pada tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Tenaga Kerja telah menjalankan perannya sebagai regulator, fasilitator, mediator, dan pelaksana melalui berbagai program seperti pelatihan kerja berbasis kompetensi, bursa kerja, pengembangan kewirausahaan, serta mediasi hubungan industrial. Peran tersebut memberikan kontribusi dalam peningkatan keterampilan tenaga kerja dan penurunan tingkat pengangguran, meskipun masih dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan lapangan kerja, rendahnya kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri, serta keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi lintas sektor, peningkatan kualitas pelatihan berbasis kebutuhan pasar, serta optimalisasi kapasitas kelembagaan agar peran Dinas Tenaga Kerja dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi pengangguran.
Copyrights © 2026