Abstrak Peran Idris II dalam transformasi kota Fez memberikan gambaran penting tentang bagaimana pusat-pusat perkotaan Islam di Maghrib awal terbentuk melalui kombinasi faktor politik, sosial, dan keagamaan. Dinasti Idrisiyah muncul dalam situasi Maghrib yang terpecah oleh rivalitas suku, lemahnya otoritas pusat, dan persaingan berbagai aliran keagamaan. Dalam konteks inilah Idris II memanfaatkan legitimasi genealogis sekaligus dukungan suku-suku Berber untuk membangun kekuasaan yang lebih stabil. Keputusannya memindahkan pusat pemerintahan ke Fez menjadi langkah strategis yang membuka fase baru perkembangan urban. Di bawah kepemimpinannya, Fez berkembang sebagai kota yang menarik pendatang dari al-Andalus, Ifriqiya, hingga Timur Islam, sehingga memicu pertumbuhan jaringan perdagangan, aktivitas ilmiah, serta kehidupan keagamaan yang dinamis. Peran administratif dan kebijakan Idris II menghasilkan struktur kota yang lebih terorganisasi, penghimpunan komunitas ulama, serta pembentukan fondasi intelektual yang kelak menjadikan Fez pusat penting bagi peradaban Islam di Maghrib. Pengaruh pembangunan kota ini berlanjut pada masa-masa setelah Idris II, ketika Fez berkembang menjadi salah satu kota ilmu terbesar di dunia Islam Barat, menopang institusi pendidikan, jaringan ekonomi, dan tradisi intelektual yang bertahan berabad-abad. Temuan kajian ini memperlihatkan bahwa pembangunan Fez oleh Idris II bukan hanya sekadar proyek politik dinasti, tetapi merupakan proses yang membentuk arah peradaban Islam Maghrib secara jangka panjang. Kata Kunci: Idris II, Kota Fez, Dinasti Idrisiyah
Copyrights © 2026