Penelitian ini membahas Naskah Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura, yaitu laporan panitra dari Pahêman Radyapustaka yang ditulis pada tahun 1936 atas perintah Bandara Kangjêng Pangeran Arya Adiwijaya saat kunjungan politik ke Hotel Oranje. Naskah ini memuat catatan perjalanan, pemeriksaan pusaka, serta hubungan budaya dan politik antara bangsawan Surakarta dengan wilayah lain. Penelitian ini menggunakan metode filologi dan sejarah melalui proses penyalinan, penerjemahan, dan penafsiran teks berbahasa Jawa agar mudah dipahami. Penelitian ini juga menggunakan teori hybriditas dari Homi K. Bhabha untuk melihat pertemuan antara tradisi keraton Jawa dengan pengaruh struktur kolonial. Hasil kajian menunjukkan bahwa naskah ini tidak hanya berisi laporan administratif, tetapi juga mencerminkan nilai budaya, politik, serta tata krama birokrasi kerajaan pada awal abad ke-20. Selain itu, laporan tersebut menegaskan pentingnya pusaka sebagai simbol kehormatan dan identitas budaya. Dengan demikian, naskah ini menunjukkan adanya hubungan antara kekuasaan, tradisi, dan dinamika budaya pada masa kolonial.
Copyrights © 2026