Keterbatasan akses terhadap probiotik komersial dengan harga tinggi menjadi kendala utama bagi pembudidaya ikan bioflok di Kelurahan Buladu. Kondisi ini berdampak pada keberlanjutan usaha dan ketersediaan sumber protein hewani masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan Probiotik Yamogi berbasis bahan lokal untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan demonstrasi pembuatan probiotik, praktik aplikasi pada budidaya ikan bioflok, serta diskusi kelompok mengenai strategi pemanfaatan limbah bioflok sebagai pupuk organik. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, yang tercermin dari partisipasi aktif dalam pelatihan dan kemampuan menghasilkan probiotik secara mandiri. Penerapan Yamogi pada sistem bioflok terbukti meningkatkan pertumbuhan bobot dan panjang benih ikan nila, sekaligus menekan biaya pakan. Selain itu, pemanfaatan lumpur bioflok sebagai pupuk organik memberikan nilai tambah bagi usaha pertanian terpadu masyarakat. Program ini membuktikan bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal dapat memberikan solusi teknis sekaligus sosial-ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, pembuatan dan pemanfaatan Probiotik Yamogi berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan lokal, memperkuat kemandirian ekonomi, serta berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.
Copyrights © 2026