Kurangnya fasilitas penyimpanan yang memadai untuk rekam medis inaktif dan rekam medis nilai guna serta belum adanya evaluasi terhadap nilai guna rekam medis sebelum dilakukan pemusnahan. Keterbatasan rak penyimpanan menyebabkan rekam medis inaktif harus disimpan di lantai, sementara rekam medis nilai guna dijaga dalam karung. Akibatnya, kondisi penyimpanan yang tidak tepat tersebut mengakibatkan kerusakan pada rekam medis dan berdampak negatif pada kualitas pelayanan medis dan pengambilan keputusan klinis. Oleh karena itu, perlu adanya rancang bangun sistem retensi dan pemusnahan dapat meningkatkan kinerja petugas dalam proses retensi dan pemusnahan. Metode perancangan sistem menggunakan metode waterfall yang terdiri dari identifikasi permasalahan dan identifikasi kebutuhan, desain sistem dan perangkat lunak, implementasi dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem. Tahap analisis kebutuhan dilakukan dengan teknik pengumpulan data wawancara langsung kepada pengguna. Tahap pemodelan sistem menggunakan flowchart, data flow diagram dan entity relationship diagram. Tahap pengujian sistem menggunakan metode uji black-box yang berfokus pada uji fungsionalitas sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem retensi dan pemusnahan rekam medis yang dapat mempermudah petugas dan dapat meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Copyrights © 2026