Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual (IMS) merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesadaran pengetahuan generasi muda di Indonesia. Beban kasus HIV dan IMS masih tinggi, sehingga diperlukan strategi edukasi yang terstruktur dan partisipatif. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penggabungan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan IMS, dan kerahasiaan rekam medis dalam satu seminar partisipatif. Seminar ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan IMS, serta peran laboratorium dan rekam medis dalam menjaga kerahasiaan dan kualitas layanan kesehatan. Metode penelitian menggunakan menggunakan uji paired sample test, melalui seminar edukatif dengan tahapan pre-test, pemaparan materi, diskusi, dan post-test. Peserta berjumlah 29 orang, terdiri atas 12 laki-laki dan 17 perempuan, dengan rentang usia 17–35 tahun (8 orang berusia 17–20 tahun, 15 orang berusia 21–25 tahun, dan 6 orang berusia 26–35 tahun). Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada semua kelompok (uji paired sample test, p=0,000). Rata-rata skor keseluruhan meningkat dari 9,1 menjadi 10,0 (+0,9). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mengalami peningkatan rata-rata 1,0, sedangkan perempuan 0,8, dengan kecenderungan perempuan lebih responsif terhadap isu kerentanan remaja. Berdasarkan usia, peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok 17–20 tahun (+1,5). Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model edukasi kesehatan berbasis bukti, terstruktur, dan partisipatif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan IMS. Meskipun demikian, tantangan terkait persepsi negatif dan stigma sosial mengenai kesehatan reproduksi masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut.Kata Kunci: Deteksi Dini; IMS; Teknologi Laboratorium Medis.
Copyrights © 2026