Penggunaan bahasa vulgar di kalangan remaja merupakan fenomena linguistik yang semakin menonjol di masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa vulgar yang digunakan oleh remaja di Kota Pekanbaru dan menganalisis makna serta fungsi sosial penggunaannya dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui observasi, mendengarkan dan mencatat, serta observasi pendukung terhadap remaja yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data terdiri dari ucapan lisan yang mengandung kata dan frase vulgar dalam konteks komunikasi informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa vulgar yang digunakan oleh remaja terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kata-kata kasar, penghinaan, dan ungkapan tidak sopan. Bahasa vulgar ini berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penanda keintiman, dan simbol solidaritas kelompok dalam interaksi sosial remaja. Namun, penggunaan bahasa vulgar yang berlebihan dan tidak terkendali berpotensi mengurangi kesopanan dan menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi, terutama ketika dibawa ke lingkungan formal seperti sekolah dan keluarga. Dari perspektif sosiolinguistik, penggunaan bahasa vulgar mencerminkan dinamika sosial dan identitas remaja perkotaan. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sangat diperlukan dalam membimbing remaja untuk menggunakan bahasa secara kontekstual dan sopan.
Copyrights © 2026