Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Penguasa Nusantara (Perspektif Historiografi Melayu Tradisional) Sudirman Shomary; Roziah Roziah; Tri Yuliawan; Nurul Aini Sudirman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5205

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan sosial, ekonomi, politik, agama, dan budaya antar penguasa di Nusantara melalui perspektif historiografi Melayu tradisional. Fokus penelitian ini adalah mengungkap dinamika kekuasaan yang terjalin melalui perkawinan, perdagangan, diplomasi, dan konflik sebagai strategi memperkuat pengaruh regional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) serta teknik hermeneutik untuk mengkaji pola hubungan sosial, ekonomi, politik, agama, dan budaya yang tergambar dalam karya historiografi tradisional Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan kekerabatan, seperti perkawinan antar keluarga kerajaan, memainkan peran penting dalam membangun aliansi strategis dan legitimasi kekuasaan. Hubungan ekonomi ditandai oleh perdagangan lintas wilayah yang memperkuat integrasi antar kerajaan, tetapi juga memicu persaingan dan konflik terkait kontrol jalur dagang. Dari aspek politik, hubungan ini mencakup ekspansi wilayah, penyerahan upeti, dan pengkhianatan yang memperlihatkan dinamika antara kerja sama dan rivalitas kekuasaan. Penelitian ini juga menyoroti peran agama dan budaya sebagai sarana integrasi melalui penyebaran Islam dan adat-istiadat yang memperkuat identitas kolektif. Temuan ini memperkaya kajian sosiologi sastra dalam memahami bagaimana narasi sejarah membentuk struktur kekuasaan dan identitas sosial di Nusantara.
ANALYSIS OF THE LANGUAGE STYLE OF SINEKDOKE PARS PRO TOTO AND TOTUM PRO PARTE IN KOMPAS NEWSPAPER Siti arfina; Tri Yuliawan
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7610

Abstract

This study aims to describe the form and function of the synecdoke language style in national newspaper news texts and explain its role in the construction of the meaning of journalistic discourse. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data is in the form of eleven excerpts of news texts published in the January-February 2026 period in national newspapers. Data was collected through documentation techniques and analyzed using content analysis techniques with stages of reduction, classification, interpretation, and conclusion drawn. The validity of the data was tested through diligence of observation and triangulation of stylistic theory and functional linguistics. The results of the study show that there are two main forms of synecdoke, namely pars pro toto and totum pro parte, with different distributions according to the characteristics of the news rubric. The pro toto form of pars is found in the use of part elements to represent the whole entity, especially in the rubrics of law, opinion, and humanities. Meanwhile, the form  of totum pro parte  is more dominant in the rubric of sports and technology through the mention of collective entities, such as the name of the country, to refer to a specific group. Functionally, both forms act as representational strategies that simplify reality, build dramatic effects, and strengthen the reader's collective identity and emotional closeness.These findings confirm that journalistic language is not completely neutral, but rather works through structured representation mechanisms. Synecdoke in news texts serves as a systematic stylistic device in building the meaning and perspective of discourse. This research contributes to the development of media stylistic studies and can be a reference in learning the analysis of language styles and mass media discourse.
Penggunaan Bahasa Vulgar pada Remaja di Pekanbaru-Riau: Kajian Sosiolinguistik Aprilia Vavalin; Tri Yuliawan
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): VOLUME 11 NUMBER 1 MARCH 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v11i1.8797

Abstract

Penggunaan bahasa vulgar di kalangan remaja merupakan fenomena linguistik yang semakin menonjol di masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa vulgar yang digunakan oleh remaja di Kota Pekanbaru dan menganalisis makna serta fungsi sosial penggunaannya dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui observasi, mendengarkan dan mencatat, serta observasi pendukung terhadap remaja yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data terdiri dari ucapan lisan yang mengandung kata dan frase vulgar dalam konteks komunikasi informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa vulgar yang digunakan oleh remaja terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kata-kata kasar, penghinaan, dan ungkapan tidak sopan. Bahasa vulgar ini berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penanda keintiman, dan simbol solidaritas kelompok dalam interaksi sosial remaja. Namun, penggunaan bahasa vulgar yang berlebihan dan tidak terkendali berpotensi mengurangi kesopanan dan menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi, terutama ketika dibawa ke lingkungan formal seperti sekolah dan keluarga. Dari perspektif sosiolinguistik, penggunaan bahasa vulgar mencerminkan dinamika sosial dan identitas remaja perkotaan. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sangat diperlukan dalam membimbing remaja untuk menggunakan bahasa secara kontekstual dan sopan.
ONOMATOPE DALAM WEBTOON SI JUKI: LIKA LIKU ANAK KOST KARYA FAZA MEONK Khairunisa Khairunisa Khairunisa; Tri Yuliawan
Jurnal Suluh Pendidikan Vol 14 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jsp.v14i1.2200

Abstract

This study aims to examine the function and contextual meaning of onomatopoeia used in the Webtoon Si Juki: Lika Liku Anak Kost. This study applies a descriptive qualitative approach based on semantic studies. The data sources come from 51 episodes of the Webtoon, namely episodes 0 to 50, with a focus on linguistic units in the form of onomatopoeia that appear in visual narratives. Data collection was carried out through documentation techniques, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The analysis is based on the theory of onomatopoeia functions of Thomas & Clara (2004) and the concept of contextual meaning of Chaer (2014). The results of the study identified 176 onomatopoeia data spread across four function categories, namely giving a strong impression to the reader (127 data), enriching information in the text (36 data), building rhythm or musicality of sound (7 data), and strengthening the impression of the reality of events (6 data). These findings indicate that the use of onomatopoeia in Webtoon is more dominant as a reinforcement of expression and dramatic intensity, especially in building humor and surprise effects. In terms of meaning, onomatopoeia cannot be understood solely based on its lexical meaning, but must be interpreted through the visual context, story situation, and interactions between characters in a multimodal narrative structure. Thus, this research contributes to the development of contextual semantics and multimodal linguistic studies, particularly in understanding the function of onomatopoeia as an important semiotic element in digital comics.
Tingkat Kemampuan Menentukan Kelas Kata pada Mahasiswa Thailand di Universitas Islam Riau Yunita Maharani; Tri Yuliawan
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kemampuan mahasiswa Thailand dalam mengidentifikasi kelas kata bahasa Indonesia di Universitas Islam Riau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan 19 mahasiswa BIPA sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda dan isian yang mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengenali delapan kelas kata utama dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa Thailand berada dalam kategori "baik" dengan rata-rata nilai sebesar 84,12%. Secara khusus, empat mahasiswa (21,05%) masuk dalam kategori "sangat baik," sepuluh mahasiswa (52,63%) dalam kategori "baik," dan lima mahasiswa (26,32%) dalam kategori "cukup. " Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Thailand memiliki kemampuan tata bahasa yang cukup kuat dalam mengenali dan menentukan kelas kata bahasa Indonesia, meskipun mereka masih kesulitan membedakan fungsi morfologis, terutama pada kata kerja dan kata sifat. Hasil ini menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang menekankan pemahaman struktur tata bahasa dalam pengajaran BIPA kepada penutur non-asli.
THE FORM AND MEANING OF USING SLANG IN THE COMMENT COLUMN OF THE TIKTOK ACCOUNT @FADILJAIDI Yulia Friska Valentina Bakara; Tri Yuliawan
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8263

Abstract

This study aims to describe the form and meaning of the use of slang in the comment column of the Tiktok account @Fadiljaidi. This research uses a qualitative approach with a content analysis method. The research data is in the form of netizens' comments that contain slang on @Fadiljaidi's Tiktok account. Data collection is done through documentation techniques and note-taking techniques by taking screenshots of relevant comments. Data analysis uses the Miles and Huberman model which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the use of slang in the comment column of the Tiktok account @Fadiljaidi consists of five forms, namely acronyms, abbreviations, contractions, clippings, and a variety of walikan. The acronym form was found as many as 10 data, abbreviations of 11 data, contraction of 8 data, clipping of 8 data, and a variety of guardians of 3 data. The slang used is generally formed through the process of shortening words, combining syllables, eliminating phonemes, and reversing the order of phonemes. In addition, the use of slang in the comment column has meanings related to the expression of feelings, familiarity, jokes, and social identities of social media users. This study concludes that slang on social media, especially Tiktok, develops dynamically following the creativity and communication needs of users in creating relaxed and intimate interactions.