Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode priming pada berbagai umur simpan terhadap mutu benih terong (Solanum melongena L.) varietas Sumo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang pada tanggal 7-22 November 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×5 dengan tiga ulangan. Faktor umur simpan benih (A) terdiri dari benih baru (A0), benih edar (A1), dan benih expired 1 tahun (A2), sedangkan Faktor metode priming (B) terdiri dari kontrol (B0), hydropriming (B1), halopriming KNO₃ 2% (B2), H₂O₂ 1% (B3), dan air hangat 45°C (B4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara umur simpan benih dan metode priming pada parameter kecepatan tumbuh. Sementara itu, pada parameter daya kecambah, potensi tumbuh maksimal, indeks vigor, panjang hipokotil, panjang radikula, serta bobot segar dan bobot kering kecambah tidak terjadi interaksi yang nyata. Secara terpisah, faktor umur simpan benih (A) berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, di mana benih edar (A1) menunjukkan hasil tertinggi, diikuti benih baru (A0), dan terendah pada benih berjangka (A2). Faktor metode priming (B) berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh, indeks vigor, dan pertumbuhan kecambah, dengan perlakuan terbaik yang ditunjukkan oleh hydropriming (B1) dan halopriming KNO₃ 2% (B2).
Copyrights © 2026