Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh individu yang aktif melakukan aktivitas fisik, termasuk anggota pusat kebugaran. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh, keterbatasan aktivitas, serta menurunkan kualitas hidup apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik. Konsep healthy longevity menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan agar individu dapat tetap aktif, mandiri, dan produktif hingga usia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota pusat kebugaran perempuan mengenai pencegahan nyeri muskuloskeletal melalui pendekatan healthy longevity. Kegiatan dilaksanakan pada sebuah pusat kebugaran perempuan dengan melibatkan 28 peserta berusia 20–50 tahun yang aktif mengikuti program latihan kebugaran. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi latihan pemanasan, peregangan, penguatan otot inti (core strengthening), serta edukasi mengenai manajemen aktivitas fisik, pemulihan tubuh, dan nutrisi pendukung kesehatan muskuloskeletal. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi peserta dan umpan balik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi maupun praktik. Sebagian besar peserta mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka serta memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan muskuloskeletal untuk mendukung fungsi tubuh jangka panjang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis healthy longevity dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan nyeri muskuloskeletal dan pentingnya menjaga kualitas hidup secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026