Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan uang kartal, pertumbuhan uang giral, pertumbuhan kredit, dan pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) terhadap inflasi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series tahunan periode 2000–2024 yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan teknik Ordinary Least Squares (OLS), yang didahului oleh uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Namun, secara parsial hanya pertumbuhan kredit yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan pertumbuhan uang kartal, uang giral, dan PMA tidak berpengaruh signifikan meskipun memiliki arah hubungan positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika inflasi di Indonesia lebih sensitif terhadap perkembangan kredit dibandingkan dengan jumlah uang beredar maupun investasi asing. Oleh karena itu, pengendalian inflasi perlu difokuskan pada pengawasan pertumbuhan kredit serta didukung oleh kebijakan moneter yang komprehensif guna menjaga stabilitas ekonomi.
Copyrights © 2026