Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan kesiapsiagaan siswa sekolah menengah terhadap risiko bencana, khususnya dalam hal mitigasi dan tindakan tanggap darurat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya peningkatan literasi kebencanaan sejak usia sekolah melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana melalui edukasi, pelatihan teknologi sederhana, dan simulasi praktik evakuasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kebencanaan dan mitigasi bencana, pelatihan pemanfaatan metode geolistrik, serta simulasi evakuasi bencana. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif, demonstrasi alat, praktik sederhana, serta simulasi kondisi darurat yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep kebencanaan dan langkah mitigasi yang tepat. Pada kelompok edukasi, siswa mampu mengidentifikasi jenis bencana dan menjelaskan prosedur mitigasi secara lebih baik. Pada kelompok pelatihan geolistrik, siswa menunjukkan pemahaman terhadap prinsip dasar penggunaan alat serta manfaatnya dalam mengidentifikasi kondisi bawah permukaan tanah. Pada kelompok simulasi, siswa mampu mengikuti prosedur evakuasi dengan lebih tertib, terarah, dan menunjukkan kerja sama yang baik. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam membentuk sikap tanggap bencana, meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta mendorong terbentuknya budaya siaga bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kebencanaan, pelatihan teknologi sederhana, dan simulasi praktik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Keterlibatan aktif siswa dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor penting dalam membangun pemahaman yang berkelanjutan dan aplikatif terhadap mitigasi bencana.
Copyrights © 2026