Pelayanan administrasi kependudukan adalah salah satu jenis pelayanan publik yang memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak dasar masyarakat. Salah satu indikator penting kualitas layanan adalah lamanya waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan dokumen kependudukan seperti KTP-el, Kartu Keluarga, dan akta pencatatan sipil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode manajemen operasional yang digunakan di Disdukcapil Kota Sungai Penuh untuk mengoptimalkan waktu yang dihabiskan untuk menyediakan dokumen kependudukan. Untuk melakukan penelitian ini, metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana digunakan. Untuk melakukan ini, observasi alur pelayanan, pengukuran waktu proses (time study), pemetaan proses (process mapping), wawancara dengan staf pelayanan, dan melihat dokumen yang terkait dengan data dan standar operasional prosedur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Disdukcapil Kota Sungai Penuh memiliki alur kerja dan standar pelayanan yang jelas, tetap ada variasi waktu pelayanan. Ini disebabkan oleh kapasitas kerja yang tidak seimbang, penumpukan berkas pada tahapan tertentu, kekurangan sumber daya manusia untuk tugas penting, dan keandalan sistem informasi yang belum optimal. Dari sudut pandang manajemen operasional, kondisi tersebut menunjukkan adanya hambatan proses (bottleneck) dan aktivitas tambahan yang tidak bernilai. Studi ini menemukan bahwa perbaikan alur proses, penataan kapasitas, dan pemanfaatan teknologi secara terkelola dapat mengoptimalkan waktu pelayanan dokumen kependudukan dan meningkatkan konsistensi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.
Copyrights © 2026