Kinerja pegawai rumah sakit sangat menentukan kualitas layanan kesehatan, namun tekanan kerja dan keterbatasan SDM sering memicu beban kerja berlebih serta burnout syndrome. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan burnout syndrome terhadap kinerja pegawai di UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah dengan kompensasi sebagai variabel moderasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional pada populasi 535 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada tahun 2025 dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (sig. 0,002), begitu pula dengan burnout syndrome (sig. 0,000). Hasil uji MRA menunjukkan kompensasi secara signifikan mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kinerja sebesar 99,7%. Kompensasi memiliki peran strategis sebagai faktor penguat kinerja di tengah tekanan kerja tinggi dan risiko kelelahan mental. Manajemen RSUD Madani disarankan untuk mengoptimalkan sistem pengupahan yang adil dan transparan guna menjaga stabilitas produktivitas serta kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan
Copyrights © 2026