Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterikatan kuat dengan nilai budaya dan kepercayaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan alasan masyarakat dalam memilih pengobatan tradisional dibandingkan dengan pengobatan modern di fasilitas kesehatan formal pada masyarakat Kampung Korano Jaya, Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari masyarakat pengguna pengobatan tradisional, pengguna pengobatan medis, praktisi pengobatan tradisional, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memaknai pengobatan tradisional sebagai bentuk pertolongan kepada sesama, pengabdian, serta pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Alasan utama masyarakat memilih pengobatan tradisional meliputi rasa takut terhadap fasilitas kesehatan, pengalaman kesembuhan sebelumnya, kemudahan akses, serta kepercayaan yang telah terbentuk secara turun-temurun. Kepercayaan terhadap pengobatan tradisional diperkuat oleh pengalaman langsung masyarakat yang merasakan manfaat dari pengobatan tersebut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional tidak hanya dipandang sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan kepercayaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Diperlukan pendekatan pelayanan kesehatan yang mampu mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pelayanan kesehatan formal guna meningkatkan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh masyarakat.
Copyrights © 2026