Sarce Makaba
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA Agustina Klembeyab; Agus Zainuri; Dolfinus Yufu Bouway; Sarce Makaba; Septevanus Rantetoding
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58320

Abstract

Pengelolaan limbah medis di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Provinsi Papua telah berjalan sejak beroperasinya rumah sakit. Hasil observasi pelaksanaan pengelolaan limbah medis padat masih jauh dari standar karena limbah padat medis masih di musnahkan pada lahan terbuka dengan cara dibakar. Metode pemusnahan seperti ini tentu saja berisiko mencemari lingkungan dan resiko terhadap petugas pengelola limbah padat medis. Tujuan penelitian adalah evaluasi sistem pengelolaan limbah medis padat di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus (case study), jumlah informan sebanyak 15 orang terdiri dari internal rumah sakit sebanyak 12 orang, eksternal dari Dinas Lingkungan Hidup 1 orang dan 2 orang pasien dan masyarakat secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur. Data dianalisis secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di RSUD Yowari pada evaluasi aspek input RSUD Yowari memiliki standar operasional prosedur namun terbatasnya petugas, sarana dan prasarana disebabkan minimnya anggaran yang berdampak pada belum tersedianya fasilitas pengolahan limbah yang memadai serta kerja sama dengan pihak ketiga. Evaluasi proses telah dilaksanakan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan pelaporan. namun implementasinya, seperti pemilahan limbah yang belum konsisten di unit pelayanan, keterbatasan fasilitas tempat penampungan limbah, serta kurangnya pemahaman petugas dan belum optimal pengawasan dan pelaporan karena sumber daya yang dimiliki rumah sakit.
PERSEPSI PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DITINJAU DARI DIMENSI SERVQUAL DI RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA Bagus Adi Wirabakti; Sarce Makaba; Novita Medyati; Yulius Sarungu Paiting; Yakob Ruru
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58401

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan layanan rumah sakit, khususnya pada pelayanan rawat inap yang berhubungan langsung dengan pengalaman pasien selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan rawat inap ditinjau dari dimensi SERVQUAL yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami secara mendalam pengalaman pasien selama menjalani perawatan di ruang rawat inap berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Informan penelitian merupakan pasien rawat inap kelas I, II, dan III yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan makna berdasarkan pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tangible pasien menilai kondisi fasilitas dan kebersihan ruang perawatan cukup baik meskipun masih terdapat keterbatasan sarana tertentu. Pada dimensi reliability tenaga kesehatan dinilai mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien secara konsisten. Pada dimensi responsiveness tenaga kesehatan dinilai cukup tanggap dalam merespon kebutuhan pasien. Pada dimensi assurance pasien merasa aman terhadap pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan.
MAKNA DAN ALASAN MASYARAKAT DALAM MEMILIH PENGOBATAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT KAMPUNG KORANO JAYA KABUPATEN TELUK BINTUNI Treeslistiana Manibuy; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Paula Nancy Lefaan; Arius Togodly
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58403

Abstract

Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterikatan kuat dengan nilai budaya dan kepercayaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan alasan masyarakat dalam memilih pengobatan tradisional dibandingkan dengan pengobatan modern di fasilitas kesehatan formal pada masyarakat Kampung Korano Jaya, Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari masyarakat pengguna pengobatan tradisional, pengguna pengobatan medis, praktisi pengobatan tradisional, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memaknai pengobatan tradisional sebagai bentuk pertolongan kepada sesama, pengabdian, serta pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Alasan utama masyarakat memilih pengobatan tradisional meliputi rasa takut terhadap fasilitas kesehatan, pengalaman kesembuhan sebelumnya, kemudahan akses, serta kepercayaan yang telah terbentuk secara turun-temurun. Kepercayaan terhadap pengobatan tradisional diperkuat oleh pengalaman langsung masyarakat yang merasakan manfaat dari pengobatan tersebut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional tidak hanya dipandang sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan kepercayaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Diperlukan pendekatan pelayanan kesehatan yang mampu mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pelayanan kesehatan formal guna meningkatkan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh masyarakat.