Risiko perilaku kekerasan ialah masalah keperawatan jiwa yang bisa memicu keselamatan pasien, orang lain, dan lingkungan apabila tidak ditangani secara tepat. Tingginya kasus risiko perilaku kekerasan di rumah sakit jiwa menunjukkan perlunya intervensi keperawatan yang efektif, tak sekedar melalui terapi farmakologis tapi juga intervensi nonfarmakologis. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan lewat perancangan penggerakkan yang dikombinasikan dengan terapi mendengarkan Asmaul Husna. Studi kasus dengan pendekatan tahapan keperawatan, mencakup kajian, diagnosis keperawatan, perancangan, penggerakkan, dan evaluasi. Intervensi diberikan secara bertahap melalui strategi pelaksanaan risiko perilaku kekerasan juga terapi mendengarkan Asmaul Husna yang dijalankan secara terjadwal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama 6 kali diberikan terapi mendengarkan Asmaul Husna terdapat penurunan skor tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan dari 24 pada hari pertama menjadi 9 pada hari terakhir. Kombinasi strategi pelaksanaan dan terapi mendengarkan Asmaul Husna terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menyusutkan tanda juga gejala risiko perilaku kekerasan.
Copyrights © 2026