Halusinasi pendengaran merupakan satu diantaranya gejala positif yang seringkali dialami oleh pasien skizofrenia dan bisa menghalangi kegunaan psikologis, sosial, serta perilaku apabila tidak dikendalikan dengan baik. Halusinasi pendengaran yang tidak terkontrol dapat menyebabkan klien mengalami kecemasan, ketegangan, dan kesulitan dalam memutuskan perhatian. Satu diantaranya terapi nonfarmakologis yang bisa digunkan untuk membantu mengawasi halusinasi pendengaran ialah terapi Thought Stopping, yang manfaatnya mengehentikan pikiran negatif dengan kata “stop” lalu merubah pikiran kearah positif. Karya Ilmiah Akhir Ners ini mengaplikasikan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa. Subjek penelitian adalah satu klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran yang dirawat di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Terapi Thought Stopping diberikan selama 30 menit selama lima hari. Evaluasi dilakukan menggunaka Audiotory Hallucination Rating Scale (AHRS) Temuan implementasi menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran setelah diberikan terapi Thought Stopping. Skor AHRS klien mengalami penurunan dari 30 (halusinasi berat) sebelum intervensi menjadi 11 (halusinasi ringan), yang memperlihatkan peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Terapi Thought Stopping efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis guna membantu menyusutkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan kontrol klien terhadap halusinasi.
Copyrights © 2026