Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien dapat diperoleh melalui Analisis BOW (Burgeslijke Openbare Werken) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Apabila mempelajari secara mendetail tentang daftar harga satuan pekerjaan, bahan dan upah yang tertera pada analisa-analisa perhitungan harga satuan pekerjaan tersebut maka akan ada beberapa perbedaan analisa terutama pada besarnya koefisien, namun demikian masing-masing metode tersebut dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun anggaran biaya bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai perbandingan Analisa Harga Satuan Pekerjaan dengan metode perhitungan BOW dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP 2022) pada pekerjaan pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru dan mengetahui estimasi anggaran biaya yang lebih ekonomis dari perhitungan dengan metode perhitungan BOW dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP 2022) pada pekerjaan tersebut. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada proyek pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru maka diperoleh persentase selisih pada metode BOW lebih besar 8,8% dibandingkan metode AHSP 2016. Dimana hasil akhir dari perhitungan menunjukan bahwa biaya pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp 187.370.722,73, sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode AHSP 2016 sebesar Rp. 172.259.668,23. Atau dengan kata lain Analisa BOW lebih mahal sebesar Rp. 15.111.054,50 dibandingkan Analisa AHSP 2022.
Copyrights © 2026