Keterbatasan akses lembaga keuangan formal di wilayah pedesaan kerap mengganggu perputaran modal kerja dan perencanaan investasi jangka panjang bagi pelaku usaha mikro. Berangkat dari permasalahan struktural tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi yang disalurkan oleh BMT Maslahah Sidogiri Cabang Purwosari berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi usaha kecil dan menengah (UKM). Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan menggunakan data survei cross-sectional dari 86 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Kuesioner terstruktur berskala Likert digunakan sebagai instrumen data primer, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS Ver. 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa evaluasi responden secara konsisten berada pada level memuaskan, dengan dimensi kepatuhan syariah memperoleh rerata tertinggi sebesar 3,91. Uji asumsi klasik mengonfirmasi validitas model regresi karena residual berdistribusi normal, ditunjukkan oleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,065 (> 0,05). Pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F membuktikan bahwa kedua jenis pembiayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi UKM, dengan nilai R-squared sebesar 59,1%. Koefisien regresi pembiayaan modal kerja sebesar 0,510 dan pembiayaan investasi sebesar 0,429, yang mengonfirmasi bahwa masing-masing produk pembiayaan secara parsial maupun simultan mendorong peningkatan margin keuntungan, omzet penjualan, akumulasi aset, dan kapasitas usaha. Temuan ini menegaskan peran strategis lembaga keuangan mikro syariah dalam menopang pembangunan ekonomi masyarakat akar rumput.
Copyrights © 2026