UMKM di Indonesia menghadapi paradoks antara besarnya peluang pertumbuhan dan rendahnya pemanfaatan teknologi, khususnya di wilayah perdesaan. Keterbatasan penggunaan teknologi menyebabkan efektivitas promosi digital masih rendah, sementara keputusan pembelian masyarakat lebih dipengaruhi oleh rekomendasi langsung dari pelanggan yang telah memiliki pengalaman positif terhadap produk (brand advocacy). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemitraan bisnis dan brand advocacy terhadap Customer Lifetime Value (CLV) pada UMKM Rengginang Udang Kembar di Desa Galis menggunakan metode LRFM (Length, Recency, Frequency, Monetary). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 3.112 penduduk dan sampel 97 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil pengukuran CLV menunjukkan nilai rata-rata 14,24 yang mengindikasikan tingkat loyalitas pelanggan yang tinggi. Berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), indikator Frequency dan Monetary menjadi faktor paling dominan dengan bobot masing-masing 0,38, diikuti Recency sebesar 0,17 dan Length sebesar 0,07. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kemitraan bisnis dan brand advocacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap CLV. Brand advocacy menjadi variabel yang paling dominan (β = 0,894), sedangkan kemitraan bisnis memiliki pengaruh lebih rendah (β = 0,151). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,821 menunjukkan bahwa 82,1% variasi CLV dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kualitas produk dan hubungan pelanggan guna meningkatkan loyalitas serta memperluas pasar UMKM di perdesaan.
Copyrights © 2026