Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana meme perubahan iklim membangun diskursus digital melalui ironi multimodal, stance ideologis, dan call-to-action di media sosial. Perubahan iklim sebagai isu global tidak hanya dikomunikasikan melalui media formal, tetapi juga melalui budaya partisipatif digital yang memanfaatkan humor, satire, dan simbol visual. Meme menjadi salah satu bentuk komunikasi populer yang mampu menyederhanakan isu lingkungan kompleks menjadi pesan yang mudah dipahami dan dibagikan oleh pengguna media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana multimodal terhadap meme yang berasal dari Instagram, X/Twitter, Reddit, dan TikTok. Data dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keterkaitan dengan isu iklim, penggunaan humor atau ironi, serta keberadaan unsur visual dan verbal yang menunjukkan stance dan ajakan bertindak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi multimodal menjadi strategi dominan dalam komunikasi meme iklim melalui kontras antara teks dan visual, penggunaan metafora ekologis, serta referensi budaya populer. Meme juga merepresentasikan berbagai stance ideologis, seperti dukungan terhadap aksi lingkungan, skeptisisme terhadap perubahan iklim, dan kritik terhadap kebijakan politik global. Selain itu, meme berfungsi sebagai media call-to-action yang mendorong kesadaran ekologis dan partisipasi sosial melalui pendekatan emosional dan humor digital. Penelitian ini menegaskan bahwa meme memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik, mobilisasi sosial, dan komunikasi lingkungan di era budaya digital kontemporer
Copyrights © 2026