Penelitian ini membahas strategi kesopanan dan urgensi Fear of Missing Out (FOMO) dalam tuturan penjualan pada praktik live commerce di platform digital. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan perdagangan daring yang semakin interaktif melalui fitur siaran langsung pada TikTok Live, Shopee Live, dan Instagram Live. Dalam konteks tersebut, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian informasi produk, tetapi juga sebagai sarana membangun kedekatan sosial, menciptakan pengaruh emosional, dan mendorong keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk strategi kesopanan, mengidentifikasi strategi urgensi FOMO, serta menjelaskan hubungan keduanya dalam komunikasi penjualan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiolinguistik dan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan penjual dalam aktivitas live commerce yang diperoleh melalui observasi nonpartisipan, teknik simak-catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual menggunakan strategi kesopanan berupa sapaan akrab, pujian, mitigasi tindak tutur direktif, dan ungkapan empatik untuk membangun kenyamanan interaksi dengan audiens. Sementara itu, strategi urgensi FOMO diwujudkan melalui tekanan waktu, kelangkaan produk, dan eksklusivitas promosi untuk mendorong keputusan pembelian cepat. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi strategi kesopanan dan urgensi menjadi ciri utama komunikasi persuasif dalam live commerce modern serta memperlihatkan peran bahasa sebagai instrumen sosial dan ekonomi dalam perdagangan digital kontemporer.
Copyrights © 2026