Legenda Bawi Kuwu merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari wilayah Tumbang Rakumpit, Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Cerita ini diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan masyarakat Dayak Ngaju dan dipercaya terjadi sekitar abad ke-18. Keberadaan sandung (tempat penyimpanan tulang-belulang) Bawi Kuwu yang masih terawat hingga saat ini menjadi bukti fisik bahwa legenda tersebut benar-benar hidup dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul legenda Bawi Kuwu, mendeskripsikan kisah yang berkembang di masyarakat, serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai sumber tertulis yang relevan dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Bawi Kuwu menceritakan tentang seorang gadis pingitan yang diterkam buaya karena ketidaktaatan kepada orang tua, yang berakhir dengan tragedi kematian dan pembuatan sandung sebagai bentuk penghormatan. Legenda ini mengandung enam nilai budaya utama, yaitu ketaatan kepada orang tua, kehati-hatian, penghormatan terhadap tradisi, ketidakgegabahan dalam bertindak, nilai religius atau spiritual, serta pentingnya mengingat dan mematuhi pesan. Dengan demikian, legenda Bawi Kuwu tidak hanya berfungsi sebagai cerita rakyat, tetapi juga sebagai media pendidikan moral dan pengesahan pranata budaya bagi masyarakat Dayak Ngaju.
Copyrights © 2026