Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan sosial yang direpresentasikan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka serta mengungkap relevansinya dengan realitas sosial masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiologi sastra. Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog yang merepresentasikan ketidakadilan sosial dalam novel. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan sosial dalam novel direpresentasikan melalui tiga bentuk utama, yaitu diskriminasi berdasarkan garis keturunan, marginalisasi terhadap individu yang tidak memenuhi standar adat, serta dominasi adat yang membatasi kebebasan pribadi. Tokoh Zainuddin digambarkan mengalami penolakan sosial karena tidak diakui sebagai bagian dari kelompok adat yang sah, sehingga mengalami keterasingan dan kehilangan hak sosial tertentu. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa adat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang dalam kondisi tertentu melahirkan ketimpangan dan ketidakadilan. Melalui konflik yang dialami tokoh-tokohnya, Hamka menyampaikan kritik terhadap struktur sosial yang lebih mengutamakan status keturunan daripada nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck tidak hanya merefleksikan kondisi sosial masyarakat Minangkabau pada masanya, tetapi juga menawarkan kritik sosial yang tetap relevan dengan persoalan diskriminasi, eksklusi sosial, dan pertentangan antara tradisi dengan kebebasan individu dalam masyarakat modern
Copyrights © 2026