Getaran yang terjadi pada kamar mesin KM Cantika 88 melebihi standar yang diperbolehkan yaitu 0,05 mm > 0,02 mm. Pada lokasi inner bottom mencapai 0,157 mm. Getaran pada Inner Bottom kapal sangat berpengaruh terhadap kerusakan fisik struktur konstruksi serta pengaruh tingkat kenyamanan dalam operasional selama di kapal. Sistem penopang yang ada perlu dioptimalkan, ketebalan inner bottom ditambahkan agar kekakuan struktur meningkat. Ketebalan optimal diperoleh dengan menggunakan simulasi di mana nilai amplitudo menjadi parameter penentu ketebalan inner bottom yang efektif dalam mereduksi getaran yang terjadi pada sistem penopang. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa getaran yang terjadi akibat adanya aktifitas pada ruang mesin sangatlah besar dan melebihi batas izin Barkan untuk pondasi mesin yaitu >0,02 mm. Berdasarkan hasil penelitian getaran local pada inner bottom kapal ini getaran yang terjadi lebih besar dari getaran yang terjadi pada pondasi yaitu sebesar 1,57 x 10-1 mm namun setelah dilakukan penambahan ketebalan dengan menggunakan simulasi didapatkan 1,82 x 10-2 mm.Ketebalan awal 8 mm dan pada ketebalan 12 mm getaran yang berlebih sudah dapat diatasi dengan bukti nilai amplitudo masuk dalam batas amplitudo yang diijinkan.
Copyrights © 2026