Penerapan inhibitor organik penting untuk mengurangi permasalahan korosi pada sistem panas bumi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Penelitian ini menyelidiki potensi ekstrak daun talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) sebagai inhibitor korosi organik ramah lingkungan untuk baja karbon SS400 dalam fluida geotermal buatan. Ekstrak diperoleh menggunakan metode ekstraksi metanol dan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) serta Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS) untuk mengidentifikasi gugus fungsi dan senyawa aktif yang berperan dalam proses inhibisi. Kinerja inhibisi korosi dievaluasi melalui uji weight loss pada suhu 25 °C, 50 °C, dan 70 °C dengan konsentrasi inhibitor 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm, sedangkan inhibisi pembentukan kerak dievaluasi menggunakan metode volumetri. Hasil penelitian menunjukkan penurunan laju korosi yang signifikan seiring meningkatnya konsentrasi inhibitor, dengan efisiensi inhibisi korosi maksimum sebesar 75,1% pada 300 ppm dan 25 °C, serta efisiensi inhibisi kerak sebesar 230%. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun talas beneng berpotensi sebagai inhibitor korosi dan kerak berkelanjutan untuk aplikasi panas bumi.
Copyrights © 2026