Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN TALAS BENENG (XANTHOSOMA UNDIPES K.KOCH) TERHADAP INHIBISI KOROSI DAN KERAK PADA BAJA SS400 DALAM FLUIDA GEOTERMAL BUATAN Bening Nurul Hidayah Kambuna; Muhammad Fitrullah; Ade Citra Ananda; Givari Raihan; Fadly Daffa Hardiansyah; Muhamad Fahri
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v15i1.39291

Abstract

Penerapan inhibitor organik penting untuk mengurangi permasalahan korosi pada sistem panas bumi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Penelitian ini menyelidiki potensi ekstrak daun talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) sebagai inhibitor korosi organik ramah lingkungan untuk baja karbon SS400 dalam fluida geotermal buatan. Ekstrak diperoleh menggunakan metode ekstraksi metanol dan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) serta Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS) untuk mengidentifikasi gugus fungsi dan senyawa aktif yang berperan dalam proses inhibisi. Kinerja inhibisi korosi dievaluasi melalui uji weight loss pada suhu 25 °C, 50 °C, dan 70 °C dengan konsentrasi inhibitor 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm, sedangkan inhibisi pembentukan kerak dievaluasi menggunakan metode volumetri. Hasil penelitian menunjukkan penurunan laju korosi yang signifikan seiring meningkatnya konsentrasi inhibitor, dengan efisiensi inhibisi korosi maksimum sebesar 75,1% pada 300 ppm dan 25 °C, serta efisiensi inhibisi kerak sebesar 230%. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun talas beneng berpotensi sebagai inhibitor korosi dan kerak berkelanjutan untuk aplikasi panas bumi.
Edukasi wellness outreach for wonderful kids sebagai upaya preventif gizi buruk pada anak sekolah dasar Ita Marlita Sari; Mochammad Fadhil Suparman; Raida Fatia Adila; Zhafira Yasmine; Hidayat Fauzan Ma’ruf; Anggi Putri; Raihana Fithriyyah; Virgi Elwalidayni; Amalia Laily; Naila Fatima Zahra; Salwa Aenan; Dzakiyyah Dewi Lestari; Mutiara Cinta Mutahharatun; Muhammad Fitrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39497

Abstract

AbstrakKesehatan berperan krusial dalam menunjang proses tumbuh kembang anak, baik dari aspek fisik maupun mental. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak usia sekolah dasar (SD) masih menjadi tantangan yang cukup besar, khususnya di Kota Serang. Kondisi ini juga berkontribusi terhadap masih tingginya angka masalah gizi di wilayah tersebut. Edukasi berbasis komunitas “Wellness Outreach for Wonderful Kids (WOW)” bertujuan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka mencegah gizi buruk di kalangan siswa SDN Kampung Baru, Kota Serang. Kegiatan ini dikembangkan sebagai respons terhadap masalah kesehatan yang terus berlanjut, termasuk kesadaran PHBS yang rendah, kekurangan gizi, anemia, obesitas, dan kebersihan mulut yang buruk di kalangan anak usia SD. Kegiatan edukasi ini menggunakan metode ceramah interaktif dan demonstrasi disesuaikan dengan pemahaman sesuai usia seperti presentasi edukasi, demonstrasi (mencuci tangan dan menyikat gigi), permainan, dan kuis untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2024, dengan melibatkan 26 siswa dan tim edukasi mahasiswa multidisiplin dari kedokteran, keperawatan, dan gizi yang didampingi dengan fasilitator. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan indikator yang telah ditentukan seperti kehadiran dan partisipasi. Hasil menunjukkan bahwa kehadiran siswa 98%, dengan partisipasi aktif (95% keterlibatan), dan keterlibatan tim edukasi penuh (100%). Siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik termasuk mempraktikan simulasi teknik mencuci tangan yang benar dan menyikat gigi. Edukasi ini diharapkan bahwa praktik PHBS dapat diimplementasi dan terintegrasi secara berkelanjutan ke dalam rutinitas sekolah sehari-hari sehingga dapat terjadi perubahan perilaku jangka panjang dan peningkatan kesehatan anak. Kata kunci: anak sekolah dasar; kebersihan; nutrisi; PHBS. Abstract  Health plays a crucial role in supporting children's growth and development, both physically and mentally. Implementing Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) among elementary school-aged children remains a significant challenge, particularly in Serang City. This situation also contributes to the persistently high rate of malnutrition in the region. The community-based education program "Wellness Outreach for Wonderful Kids (WOW)" aims to implement clean and healthy living behaviors to prevent malnutrition among students at Kampung Baru Elementary School in Serang City. This program was developed in response to ongoing health problems, including low PHBS awareness, malnutrition, anemia, obesity, and poor oral hygiene among elementary school-aged children. This educational activity uses interactive lectures and demonstrations tailored to age-appropriate understandings such as educational presentations, demonstrations (washing hands and brushing teeth), games, and quizzes to increase student active engagement. This activity was carried out in November 2024, involving 26 students and a multidisciplinary student education team from medicine, nursing, and nutrition, accompanied by facilitators. Evaluation of the activity was conducted using predetermined indicators such as attendance, participation, and educational outcomes. Results showed 98% student attendance, 95% active participation, and 100% full involvement of the education team. Students participated effectively in the activity, including practicing simulations of proper handwashing and tooth-brushing techniques. This education program is expected to ensure that PHBS practices can be implemented and integrated sustainably into daily school routines, leading to long-term behavioral changes and improved children's health. Keywords: elementary school children; hygiene; nutrition; clean and healthy living behavior.
Prediction of The Surface roughening in Austenitic Stainless Steel Thin Foil With Various Grain Based on Heat Treatment Process for 5.0 Technology Application Rafi Nurdwi Raharjo; Abdul Aziz; Agus Pramono; Suryana Suryana; Indah Uswatun Hasanah; Muhammad Fitrullah
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/fwl.v12i1.39901

Abstract

Prediction of The Surface roughening in Austenitic Stainless Steel Thin Foil With Various Grain Based on Heat Treatment Process for 5.0 Technology Application
Occupational Hazards and Potential Health Problems Among Workers in a Small-Scale Bakery Enterprise: A Workplace Assessment Study Ita Marlita Sari; Amilya Agustina; Yelza Zahra Zounia; Maulana Nur Zaka; Putri Uswatun Hasanah; Ratu Shafa Raudha Alisha; Nabilah Arimita; Fairuz Annisa Fahirasari; Syifa Maulida; Reinna Emily Rachman; Faradila Indah Suciati; Syifa Aurora Praja; Muhammad Fitrullah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.12271

Abstract

Small-scale food enterprises, including bakeries, contribute significantly to local economic development. However, workers in these settings are frequently exposed to multiple occupational hazards that may increase the risk of work-related injuries and illnesses. This study aimed to identify potential occupational health hazards and related health risks among workers at Allure Patisserie, a home-based bakery located in Taktakan District, Serang City, Banten. A quantitative and qualitative observational study was conducted through direct workplace observation, interviews with the business owner and two workers, and a review of work activities, including dough preparation, frying, baking, packaging, and product distribution. Identified hazards were classified into physical, chemical, ergonomic, and psychosocial categories, and potential health effects were evaluated using established occupational health guidelines and scientific literature. The assessment revealed physical hazards, including the use of sharp cutting tools and exposure to high temperatures and hot oil, which pose risks of burns and heat-related illnesses. Chemical hazards included exposure to flour dust, which may contribute to respiratory and allergic conditions such as rhinitis, asthma, and dermatitis. Ergonomic risks were associated with prolonged standing, repetitive tasks, awkward postures, and manual material handling, which can lead to musculoskeletal disorders. In addition, psychosocial risks related to long working hours, limited workforce, and high job demands may affect workers’ mental health and productivity. These findings highlight the need to enhance occupational health awareness, improve work practices, and integrate basic occupational safety and health interventions through primary health care services.