Media Pertanian
Vol 11, No 1 (2026): Media Pertanian

Komparasi Pengendalian Fisik dan Kimiawi terhadap Tanah pada Agroekosistem Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

Sukma Eka Juliani (Program Studi Agroteknologi Pertanian, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Jl. PETA no. 177 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia 46115)
R. Arif Malik Ramadhan (Program Studi Agroteknologi Pertanian, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Jl. PETA no. 177 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia 46115)
Adinda Putri Amanda (Program Studi Agroteknologi Pertanian, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Jl. PETA no. 177 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia 46115.)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2026

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan menyebabkan penurunan kualitas tanah dan kerusakan agroekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pengendalian hama secara fisik berbasis kearifan lokal menggunakan alat musik tradisional karinding dengan pengendalian kimiawi terhadap sifat kimia dan biologi tanah pada agroekosistem tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian dilakukan di lahan persawahan Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dari Agustus hingga Desember 2024. Rancangan percobaan menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: P1 (kontrol tanpa perlakuan), P2 (karinding manual selama 1 jam), P3 (rekaman suara karinding selama 1 jam), dan P4 (pestisida sintetik klorpirifos). Setiap unit percobaan terdiri atas 10 rumpun tanaman padi dengan jarak antar rumpun 10 meter. Parameter yang diamati meliputi kandungan C-organik, N total, K-tersedia, pH tanah, serta populasi jamur dan bakteri tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan karinding manual (P2) memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan C-organik, N-total, dan K-tersedia dalam tanah. Sementara itu, perlakuan kontrol (P1) menunjukkan peningkatan populasi mikroorganisme (jamur dan bakteri) yang paling tinggi. Penggunaan pestisida sintetik (P4) cenderung menurunkan populasi mikroorganisme tanah secara signifikan. Penelitian ini membuktikan bahwa pengendalian hama secara fisik menggunakan karinding berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan yang tidak hanya efektif dalam mengendalikan hama, tetapi juga mendukung kesuburan dan keseimbangan biologis tanah. Excessive use of synthetic pesticides has been known to degrade soil quality and disrupt the balance of agroecosystems. This study aimed to compare the effectiveness of physical pest control based on local wisdom using the traditional musical instrument karinding with chemical control on soil chemical and biological properties in a rice (Oryza sativa L.) agroecosystem. The research was conducted at the experimental rice field of the Faculty of Agriculture, Universitas Perjuangan Tasikmalaya, from August to December 2024. A randomized experimental design with four treatments and four replications was applied: P1 (control), P2 (manual karinding for 1 hour), P3 (recorded karinding sound for 1 hour), and P4 (synthetic pesticide chlorpyrifos). Each experimental unit consisted of 10 rice clumps, with 10 meters of spacing between plots. Observed parameters included soil organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), available potassium (K-available), pH, and populations of soil fungi and bacteria. Results showed that the manual karinding treatment (P2) had the greatest effect on soil organic C, total N, and available K content. Meanwhile, the control treatment (P1) exhibited the highest increase in soil microbial populations (fungi and bacteria). In contrast, synthetic pesticide application (P4) significantly reduced soil microbial populations. This study demonstrates that physical pest control using karinding is a promising, environmentally friendly alternative that not only controls pests effectively but also supports soil fertility and microbial balance.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

medpertanian

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi ...