Media Pertanian
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles
78 Documents
PENGARUH WARNA SUNGKUP SEBAGAI PENYARING CAHAYA TAMPAK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK DENDROBIUM PADA TEKNIK SEMI HIDROPONIK
Tini Sudartini;
Rifa’atul Maulidah
Media Pertanian Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.164 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v4i2.1359
Anggrek memiliki arti penting dalam perdagangan bunga dan menjadi komoditi tanaman hias dengan nilai jual tinggi serta harga yang relatif stabil setiap waktu. Anggrek Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang menempati posisi teratas dalam urutan trend pasar anggrek. Dengan minat yang besar terhadap komoditas ini, maka dibutuhkan perbaikan teknologi budidaya seperti penggunaan sungkup plastik tanaman. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh berbagai warna sungkup sebagai penyaring/filter cahaya tampak terhadap pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium pada teknik semi hidroponik dan menentukan warna sungkup plastik yang paling sesuai untuk pertumbuhan terbaik bibit anggrek Dendrobium pada teknik semi hidroponik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rancangan percobaan yang dipergunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan yang dicoba adalah berbagai warna kantong plastik sebagai sungkup pembibitan anggrek yang terdiri dari 8 warna yang digunakan untuk sungkup (warna sungkup), terdiri dari perlakuan A: Pembanding/ Tanpa sungkup ; B: Warna sungkup merah ; C: Warna sungkup jingga; D: Warna sungkup Kuning ; E: Warna sungkup Hijau; F: Warna sungkup Biru ; G: Warna sungkup Putih/Bening ; H : Warna sungkup Ungu . Percobaan diulang 4 kali. Satu perlakuan terdiri dari 5 bibit , sehingga terdapat 160 bibit. Hasil penelitian menunjukkan warna sungkup berpengaruh terhadap jumlah daun umur 30 hst. Jumlah daun lebih banyak (5,42 helai) terdapat pada sungkup yang berwarna kuning dan putih.
PENGARUH URINE KAMBING DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG JAMBU AIR DELI HIJAU (Syzygium aqueum Merr.)
Tian Agustiawan;
Adam Saepudin;
Dedi Natawijaya
Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.971 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v6i2.3834
Permasalahan yang sering dihadapi dalam perbanyakan jambu air Deli Hijau melalui stek batang adalah perakaran yang sulit tumbuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti dari bahan alami untuk stumulasi akar dan perbaikan komponen media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi urine kambing dan komponen media tanam yang tepat untuk pertumbuhan stek jambu air Deli Hijau (Syzygium aqueum Merr). Penelitian dilaksanakan di Kampung Cihonje Desa Karanganyar Kecamatan Mangkubumi Kabupaten Tasikmalaya pada bulan Maret sampai Mei 2021. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 2 diulang sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah konsentrasi urine kambing dengan empat taraf, yaitu k0 = tanpa konsentrasi urine kambing atau menggunakan air (kontrol), k1 = konsentrasi urine kambing 10%, k2 = konsentrasi urine kambing 15%, dan k3 = konsentrasi urine kambing 20%. Faktor kedua adalah media tanam terdiri dari dua taraf, yaitu m1 = tanah + pasir dan m2 = tanah + pasir + arang sekam. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi urine kambing dan media tanam terhadap pertumbuhan stek. Pemberian konsentrasi urine kambing 15% secara mandiri memberikan pengaruh terbaik terhadap rata-rata jumlah tunas pada 42 hst, 56 hst, jumlah daun pada 56 hst dan panjang akar pada 56 hst.
PERTUMBUHAN EKSPLAN IN VITRO ANGGREK HIBRIDA DENDROBIUM PADA BEBERAPA MEDIA DASAR DAN KONSENTRASI AIR KELAPA
Adam Saepudin;
Yanto Yulianto;
Rida Nurul Aeni
Media Pertanian Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.021 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v5i2.2451
Anggrek termasuk dalam famili Orchidaceae (keluarga anggrek). Pertumbuhan anggrek padakultur jaringan ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya media dasar dan konsentrasi airkelapa yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh interaksi antara media dasardan konsentrasi air kelapa yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan eksplan tunasanggrek hibrida Dendrobium. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan RHINBiotechnology Tegalega-Bandung dari bulan April sampai Juli 2019. Penelitian ini disusunberdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu mediadasar meliputi: MS penuh (m1), ½ MS (m2), dan VW (m3). Faktor kedua yaitu konsentrasi airkelapa meliputi: 0 ml/L (k0), 50 ml/L (k1), 100 ml/L (k2), dan 150 ml/L (k3). Hasil penelitianmenunjukkan adanya interaksi antara media dasar dengan konsentrasi air kelapa terhadap saatmuncul akar, jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan tinggi planlet. Jumlah daundipengaruhi oleh MS penuh maupun setengahnya baik interaksinya dengan air kelapakonsentrasi rendah (50 ml/L), sedang (100 ml/L), maupun tinggi (150 ml/L). Interaksi mediadasar MS dengan air kelapa konsentrasi rendah (50 ml/L) lebih berpengaruh ke peningkatanpertumbuhan akar. Peningkatan pertumbuhan tunas dan planlet lebih dipengaruhi oleh interaksimedia dasar MS dengan konsentrasi air kelapa lebih tinggi (100 ml/L dan 150 ml/L).
Potensi Pupuk Hijau Turi Mini (Sesbania rostrata Brem) Dalam Bidang Pertanian
Fitri Kurniati
Media Pertanian Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.87 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v5i1.2125
Penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus menyebabkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan akibat residu yang ditinggalkannya. Penggunaan pupuk organik dapat mengatasinya dengan cara meningkatkan kesuburan fisik, kimia dan biologis tanah. Salah satu diantaranya adalah pupuk hijau yang sekaligus mengatasi masalah keterbatasan pupuk organik yang berasal dari pupuk kandang. Pupuk hijau yang potensial untuk dikembangkan adalah turi mini (Sesbania rostrata) dari kelompok legum yang mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan legum lainnya. Turi mini mempunyai nodula pada batang yang sangat banyak, selain pada akarnya, yang bekerjasama dengan bakteri Azorhizobium caulinodans untuk menambat N2 udara. Jumlah nodul itu bisa 5 sampai 10 kali lipat daripada legum lainnya, sehingga dapat memfiksasi N2 udara mencapai 5 sampai 10 kali lipat yaitu 270 kg ha-1. Turi mini dapat meningkatkan efisiensi penyerapan N sampai 25%, meningkatkan kandungan N tanah dan meningkatkan penyerapan P. Kelebihan dari legum lain adalah mampu hidup pada kondisi tergenang seperti di rawa-rawa atau pada lahan sawah, tahan terhadap tingkat salinitas tinggi, tahan terhadap kekeringan. Hasil penelitian yang telah dibuktikan beberapa peneliti adalah meningkatkan hasil gabah padi, meningkatkan bobot tongkol jagung dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik urea
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PALA (Myristica fragrans Houtt.) DI KECAMATAN CIKALONG KULON, SUKARESMI DAN MANDE KABUPATEN CIANJUR
Yulianto, Yanto;
Purnama, Ahmad Syarif
Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.995 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v4i1.1353
Sektor perkebunan termasuk pala di Kabupaten Cianjur banyak dikembangkan di wilayah selatan, padahal Cianjur utara memiliki potensi untuk pengembangan perkebunan termasuk pala, khususnya di Kecamatan Cikalongkulon, Sukaresmi dan Mande. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kesesuaian lahan di Kecamatan Cikalongkulon, Sukaresmi dan Mande. Metode Penelitian yang digunakan merupakan metode yang merujuk pada kerangka yang dibuat oleh FAO, meliputi pengumpulan data, survei lapangan serta matching antara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tanaman pala memiliki kelas S3 (sesuai marginal) di Kecamatan Cikalongkulon, Sukaresmi dan Mande dengan faktor pembatas berupa kemiringan lereng, drainase dan kejenuhan basa
Pengaruh Takaran Pupuk Fosfor (P) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
Eli Rosalina;
Yogi Nirwanto
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.63 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v6i1.3015
Padi merupakan tanaman pangan yang menghasilkan makanan pokok penduduk Indonesia. Peningkatan kualitas tanaman sangatlah penting dilakukan, salah satunya melalui pemberian Pupuk Posfor (P) dan pemilihan varietas tanaman merespon pemupukan terhadap pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian takaran pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, kabupaten Karawang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Split Plot terdiri dari petak utama varietas terdiri dari empat taraf yaitu: v1 (varietas Ciherang), v2 (varietas Mekongga), v3 (varietas inpari 33), v4 (varietas Cilamaya Muncul). Anak petak takaran pupuk P (biost P) terdiri dari empat taraf yaitu: d0 (tanpa pupuk P), d1 (150 kg ha-1), d2 (300 kg ha-1), d3 (450 kg ha-1). Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi antara varietas dengan takaran pupuk P terhadap bobot gabah kering panen (GKP) per rumpun. Hasil bobot gabah kering panen (GKP) per rumpun sebesar 572,60 gram diperoleh melalui varietas Mekongga dengan takaran dosis pupuk P 300 kg ha-1.
PENGARUH INOKULASI Rhizobium phaseoli DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
ningsih, wida;
Hodiyah, Ida;
Suhardjadinata, Suhardjadinata
Media Pertanian Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.988 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v5i2.2444
Kacang hijau merupakan tanaman pangan kelompok leguminosa (polong-polongan). Kacanghijau kurang respon terhadap pemupukan Nitrogen karena bersimbiosis dengan bakteri Rhizobiumyang dapat memfiksasi Nitrogen bebas dari udara. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahuiinteraksi antara pengaruh inokulasi Rhizobium phaseoli dan takaran pupuk urea terhadap pertumbuhandan hasil kacang hijau telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UniversitasSiliwangi, Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya pada bulan Maret sampaiJuni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 12 kombinasiperlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor petak utama adalah dosis Rhizobium phaseoli yaitu p0(tanpa Rhizobium phaseoli), p1 (10 gram/kg benih), dan p2 (15 gram/kg benih). Faktor anak petakadalah dosis urea yaitu n0 (0 kg/ha), n1 (50 kg/ha), n2 (32,5 kg/ha), n3 (25 kg/ha). Hasil penelitianmenunjukkan tidak terdapat interaksi antara inokulasi Rhizobium phaseoli dan pupuk urea terhadappertumbuhan dan hasil kacang hijau. Namun secara mandiri pupuk urea berpengaruh terhadap jumlahbintil akar yang terbentuk, jumlah bintil akar efektif, dan bobot biji kering per plot. Pemupukan ureadengan takaran tinggi dapat menghambat pembentukan bintil akar.
EFIKASI PESTISIDA NABATI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei Ferrari)
Rahmawati, Euis;
Hodiyah, Ida;
Kurniati, Fitri;
Indriati, Gusti
Media Pertanian Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.952 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v4i2.1360
Penggerek buah kopi (PBKo), Hypothenemus hampei merupakan salah satu hama utama pada tanaman kopi yang perkembangbiakannya terjadi di dalam buah kopi. Serangan hama ini dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar. Minyak kemiri sunan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa senyawa alkaloid, saponin, fenolik, flavonoid, tritervenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi pestisida nabati minyak kemiri sunan untuk mengendalikan hama penggerek buah kopi. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai dengan Juli 2019 di Laboratorium Proteksi Tanaman Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Sukabumi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tujuh perlakuan dan diulang sebanyak empat kali, yaitu p0, p1, p2, p3, p4, p5 dan p6. Data dianalisa menggunakan sidik ragam dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi minyak kemiri sunan 8% merupakan konsentrasi paling efektif dalam mengendalikan hama penggerek buah kopi (PBKo) Hypothenemus hampei Ferr.
Pengaruh Konsentrasi Urine Sapi dan Perendaman Terhadap Pertumbuhan Setek Jambu Air King Rose (Syzygium aqueum Burn.f.Alston)
Tini Sudartini;
Elya Hartini;
Lulu Sofia Burhan
Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.473 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v6i2.3840
Jambu air diperbanyak dengan setek yang berasal dari hasil pangkasan. Setek perlu dipercepat tumbuhnya dengan perendaman dalam urine sapi yang mengandung ZPT IAA dan IBA. Lama perendaman setek dalam larutan urine sapi disesuaikan dengan konsentrasinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urine sapi dan lama perendaman terhadap pertumbuhan setek jambu air king rose apple (Syzygium aqueum Burn.f.Alston). Percobaan dilaksanakan di Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, pada bulan Februari sampai April 2020. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial diulang sebanyak dua kali. Faktor pertama adalah konsentrasi urine sapi dengan empat taraf, yaitu ao= tanpa urine sapi ,a1= konsentrasi urine sapi 30%, a2= konsentrasi urine sapi 50%, dan a3= konsentrasi 70%. Faktor kedua adalah lama perendaman dalam urine sapi terdiri dari empat taraf, yaitu p0= kontrol), p1= 60 menit, p2= 90 menit, dan p3= 120 menit. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F dan dilanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi urine sapi dan lama perendaman terhadap jumlah tunas. Perlakuan konsentrasi urine sapi 50% dengan lama perendaman 60 menit menghasilkan jumlah tunas yang paling banyak. Secara mandiri konsentrasi urine sapi 50% menghasilkan panjang tunas terpanjang. Konsntrasi urine sapi dan lama perendaman tidak berpengaruh terhadap kecepatan bertunas, luas daun dan panjang akar.
Pengaruh Konsentrasi Sitokinin dan Jenis Media Terhadap Pertumbuhan Eksplan Buku Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) Tetraploid
Teja Mirah;
Undang Undang;
Yaya Sunarya;
Tri Muji Ermayanti
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.692 KB)
|
DOI: 10.37058/mp.v6i1.2893
Stevia adalah tanaman mengandung pemanis alami steviol glukosida yang mempunyai kadar manis 70-400 kali lebih tinggi dibandingkan dari gula tebu. Perbanyakan stevia dapat dilakukan dengan kultur jaringan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik antara konsentrasi sitokinin dan jenis media terhadap pertumbuhan eksplan buku stevia tetraploid. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor dimana faktor pertama adalah konsentrasi sitokinin dengan 12 taraf yaitu kontrol, Kinetin 0,25; 0,5; 0,75 mg/L kombinasi dengan BAP 1; 2 mg/L dan faktor kedua adalah jenis media dengan 2 taraf yaitu MS dan DKW. Setiap perlakuan mempunyai 12 ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi sitokinin dan jenis media terhadap semua parameter pertumbuhan. Penambahan BAP 1 mg/L pada media DKW menghasilkan tinggi tunas, jumlah daun dan jumlah tunas lateral lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dengan rata- rata tinggi tunas 10,63, rata-rata jumlah daun 111,17 dan rata-rata jumlah tunas lateral 23,42. Kinetin 0,25 mg/L dan kontrol pada media MS serta kombinasi Kinetin 0,5 mg/L dan kontrol pada media DKW menghasilkan jumlah akar lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Kinetin 0,25 mg/L pada media MS menghasilkan akar lebih banyak yaitu 6,50.