Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Tanjung Pinang II. Tingginya angka kejadian DBD tidak terlepas dari kondisi lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif program edukasi yang dilakukan melalui media sosial dan dipadukan dengan kegiatan bersih lingkungan sebagai upaya pencegahan DBD di Desa Tanjung Pinang II. Metode yang diterapkan menggunakan pendekatan partisipatif, meliputi penyuluhan kesehatan berbasis media sosial, sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, serta kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan DBD, disertai dengan berkurangnya tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Oleh karena itu, program edukasi melalui media sosial yang didukung dengan aksi bersih lingkungan dapat menjadi strategi yang efektif dalam upaya pencegahan DBD di tingkat desa.
Copyrights © 2026