Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada penanganan kemiskinan dan kesenjangan sosial di Desa Kepuhkiriman Waru, Sidoarjo, di mana banyak warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuannya tidak hanya untuk meringankan beban ekonomi melalui distribusi sembako dan makanan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa tentang realitas kemiskinan. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pada partisipasi aktif masyarakat dalam pemetaan aset lokal, perencanaan program, dan proses distribusi bantuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, memperkuat ikatan solidaritas sosial, meningkatkan empati dan kesadaran mahasiswa, sekaligus membuka peluang untuk pengembangan program pemberdayaan berkelanjutan yang berbasis potensi lokal. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat karitatif tetapi juga perintis dalam membangun kemandirian dan keberlanjutan masyarakat yang lebih inklusif. Kolaborasi aktif ini juga memperlihatkan pentingnya pendekatan berbasis aset untuk menciptakan solusi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan bagi komunitas setempat.
Copyrights © 2026