Penelitian ini membahas kesepadanan (equivalence) antara peribahasa Jawa dan peribahasa Indonesia dengan menggunakan teori makna Leech (1981) serta konsep ekuivalensi formal dan dinamik menurut Nida (1964). Data penelitian dikumpulkan dari tiga sumber utama berisi lebih dari seratus peribahasa Jawa yang dipadankan dengan peribahasa Indonesia. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik padan referensial dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi hubungan makna, struktur, dan fungsi antara kedua kelompok peribahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepadanan yang paling dominan adalah ekuivalensi dinamik, yaitu kesamaan pesan moral meskipun menggunakan metafora dan bentuk linguistik yang berbeda. Peribahasa Jawa cenderung mempertahankan metafora agraris dan gaya tutur alus, sedangkan peribahasa Indonesia menggunakan metafora yang lebih variatif dan lugas. Sebagian kecil data menunjukkan ekuivalensi formal, terutama pada tema hereditas dan nilai keluarga yang menggunakan metafora tumbuhan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peribahasa menjadi media penting dalam merepresentasikan nilai budaya seperti kerja keras, kehati-hatian, solidaritas sosial, serta penghargaan terhadap asal-usul. Kajian ini juga memperlihatkan bahwa bahasa mampu menjadi jembatan transfer nilai dari ranah lokal Jawa menuju ranah nasional Indonesia melalui proses penyepadanan makna.
Copyrights © 2026