Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra
Vol 20, No 1: Prosodi

Representation of Local Cultural Values in Three Digital Short Stories: a Narrative Study of Contemporary Indonesian Literature

Nensilianti Nensilianti (Bahasa dan sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar)
Ridwan Ridwan (Universitas Negeri Makassar)
Muhammad Alfian Tuflih (Universitas Negeri Makassar)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Abstract: This study examines the forms and negotiations of local cultural values in three Indonesian digital short stories: “Menggugat Dedemit,” “Sakka Dituduh Parakang,” and “Tembok Tanian Lanjheng.” Using narrative analysis, this study explores how plot, characterization, conflict, and symbols generate ecological, communal, and familial values. A qualitative-descriptive approach with close-reading techniques identifies narrative elements tied to sociocultural contexts. The stories articulate tensions between communal traditions and contemporary pressures. “Menggugat Dedemit” offers an ecological critique through the Javanese dedemit myth. “Sakka Dituduh Parakang” exposes the fragility of Bugis–Makassar solidarity when the parakang myth fosters fear and manipulation. “Tembok Tanian Lanjheng” depicts the breakdown of Madurese familial values due to materialism and land disputes. The findings show that cultural representations in these digital stories not only revitalize local wisdom but also reveal ongoing identity negotiations within transforming communities. This study underscores digital literature’s role as a critical medium for articulating and interrogating local cultural values in contemporary Indonesia.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan negosiasi nilai budaya lokal dalam tiga cerita pendek digital Indonesia: “Menggugat Dedemit,” “Sakka Dituduh Parakang,” dan “Tembok Tanian Lanjheng.” Dengan menggunakan analisis naratif, studi ini mengeksplorasi bagaimana alur, penokohan, konflik, dan simbol menghasilkan nilai-nilai ekologis, komunal, dan kekeluargaan. Pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pembacaan dekat digunakan untuk mengidentifikasi unsur-unsur naratif yang terkait dengan konteks sosiokultural. Cerita-cerita tersebut mengartikulasikan ketegangan antara tradisi komunal dan tekanan kontemporer. “Menggugat Dedemit” menawarkan kritik ekologis melalui mitos dedemit Jawa. “Sakka Dituduh Parakang” mengungkap rapuhnya solidaritas Bugis–Makassar ketika mitos parakang memunculkan ketakutan dan manipulasi. “Tembok Tanian Lanjheng” menggambarkan keruntuhan nilai-nilai kekeluargaan Madura akibat materialisme dan sengketa tanah. Temuan menunjukkan bahwa representasi budaya dalam cerita digital ini tidak hanya merevitalisasi kearifan lokal, tetapi juga mengungkap negosiasi identitas yang terus berlangsung di tengah masyarakat yang sedang bertransformasi. Studi ini menegaskan peran sastra digital sebagai medium kritis untuk mengartikulasikan dan mengkritisi nilai-nilai budaya lokal di Indonesia kontemporer.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

prosodi

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

PROSODI: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra is biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Social and Cultural Science, University Trunojoyo Madura. The journal encourages original articles on various issues within Language and Literary Studies, which include but are not ...