Penelitian ini menganalisis resepsi penggemar Generasi Z di Indonesia terhadap representasi quarter-life crisis dalam music video “CBZ (Prime Time)” milik BooSeokSoon.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan teori analisis resepsi Stuart Hall yang membagi posisi pemaknaan audiens ke dalam kategori hegemonic-dominant, negotiated, dan oppositional. Informan penelitian berjumlah lima orang penggemar BooSeokSoon yang termasuk dalam rentang usia Generasi Z di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga informan berada pada posisi hegemonic-dominant dengan menerima secara utuh representasi quarter-life crisis yang disampaikan dalam music video, sementara dua informan berada pada posisi negotiated dengan menerima makna utama namun memberikan kritik terhadap aspek estetika dan kedalaman pesan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaknaan audiens terhadap representasi isu kesehatan mental dalam K-pop dipengaruhi oleh pengalaman personal, latar belakang sosial, serta kedekatan emosional dengan idola.
Copyrights © 2026